Friday, August 24, 2012

TakLagi Menunda Pekerjaan Saat Bisa dilakukan Karena Belum tentu ada kesempatan baik pada waktu sesudahnya.


Jadwal sore ini:
Masak
Nyiapain bekal buat ayah kerja
Makan sore+mandiin azza
Mandi
Sholat
Jalan-jalan sore
Hmm..masih jam 4 WIT, ayah masih keluar, Azza masih tidur..sholat dulu apa main hape dulu ya?
Pilihan terakhir ku pilih, sambil duduk santai di depan TV, masih jam 4 juga, kalo di jawa sekitar jam 3 lah ya..beda 1 jam. Kemudian ayah datang, dan prepare untuk berangkat kerja (suamiku kalo masuk malam, berangkatnya jam 5 sore).
 Jadwal sorepun berjalan..masak..nyiapain bekal..beres.
Sesaat kmudian azza terbangun, mungkin karena berisiknya aq di dapur sehingga membangunkannya, padahal tidurnya baru kira-kira 20-30 menit yang lalu, hmm..kalo nangis gini biasanya bawaannya akan bete’ dalam waktu lama.
setelah ayah pamit berangkat kerja, waktunya Azza mandi.
Benar dugaanku, saat mandiin Azza dia gak ceria, blingsatan kesana-kemari,padahal dia suka main air, botol-botol yang kuberikan sebagai mainan dan gelembung-gelembung sabunpun gak dihiraukannya, begitu pula saat pake baju (klo yang ini sih emang bgitu), pasti aq berkeringatan sudah, mangkanya klo sore gini aq pilih mandi giliran yang terakhir..
Setelah cantik dan wangi q taruh di baby walkernya, dan giliran aku melakukan aktifitasku..mandi dan sholat. Benar pula..Azza rewel!!teriak-teriak, menghentakkan kakinya
Memang belakangan ini dia lagi sensitive sepertinya, apa mungkin karena giginya yang mau tumbuh lagi, ato badannya lagi gak enakan soalnya umur-umur segini (11 bulan) dia lagi belajar-belajarnya berjalan, sehingga sering terjatuh atau terguling bahkan kejedot tembok.
Ku coba menenangkannya, dari mulai bernyanyi, mengajaknya ngobrol, sampai ku dengarkan music di bebwalknya, tetap g berhasil. Waduh..aku belum sholat nih..
Ku geser Azza yang masih di bebwalknya di sampingku. Akupun memulai takbir, pikiranpun mulai tak tenang..kenapa tadi gak kuturunkan aja yah?..klo q turunkan kan dia bisa bergerak kesana-kemari karena dia memang g begitu suka berlama-lama di bebwalknya. (bebwalk ini memang sering qta gunakan hanya saat dimana Azza (yang menurut qt) lebih aman klo dy dsitu, seperti ketika ayah g ada dan aku harus mandi, masak, bersih-bersih rumah dll. Daripada nanti dia menggapai-gapai kabel, naik meja aquarium, apalagi makan sesuatu yang gak semestinya dll).
Saat q baca surat al-Fatikhah..Azza mulai menangis-nangis kecil sambil menatapku..kemudian tangannya menarik-narik mukenahq..haduuhh..aq jadi g konsen..mulailah badannya diguncangkan tanda dia sebal  dan ingin keluar dari bebwalk, mungkin batinnya ko’ aku g di pedulikan sih?
Tangis semakin kencang, dan aku semakin g khusyuk..entah tadi aku baca surah pendek apa..dalam hati menyesal juga, kenapa saat Azza tidur tadi yang lebih kupilih adalah main hape ketimbang sholat?..hmmhh..waktu gak bisa diputar ulang.
Di dorong-dorongkannya bebwalk ke arahq, responku ko bisa-bisanya tuh bebwalk ku sikut bahkan aku sempet berdehem tanda ingin menenangkanya..haduuuhhh..aku ko jadi gini sih?!! Sholat model apa kayak gini??mana ada boleh begituan?? Tapi hati mencoba membenarkan, mengingat Rasulullah juga kan pernah sholat sambil menggendong cucunya,tapi dalam kasusku apa boleh saat itu aku mengangkat Azza dari bebwalknya kemudian menggendongnya?apalagi main senggol-sengol gini, ditambah berdehem lagi..hhhsssyahh.. Entahlah pertanyaan itu Cuma nangkring di benakq.
Kali ini tangisannya emang bener-bener menyayat hati..bukan tngisan cari perhatian ato gmn karena tangis model begitu biasanya Cuma suaranya aja yang kenceng tapi gak keluar air mata, tapi klo yang ini bener-bener sediiihh..bahkan sambil batuk n misek-misek  (sesenggukan). Duh maafkan Umi’ ya nak..bentar lagi..(jelas kali ini sholatku mungkin berkurang pahala ato malah g dpt sama-sekali..karena dari tadi pikiranku kalut, sholat jadi g tuma’nina, buru-buru..hhhh, jangan ditiru ya teman-temans)
Setelah salam, langsung q peluk Azza sambil mengeluarkannya dari tempat menyebalkannya itu..haduuhh..trnyata telapak kakinya bertekuk sampai ada di bawah pantat..mungkin karena sangking pngennya keluar dia. Ku ciumin seluruh wajahnya yang memerah itu, matanya juga sembab..maaf ya naakk..maaff..maaaf..lain kali umi g nunda pekerjaan saat pekerjaan itu bisa dilakukan saat itu juga..karena belum tentu ada kesempatan baik pada waktu sesudahnya.
Tapi tangisan Azza g berenti sampai disitu..
Ku taruhnya dia di tepian tempat tidur (tempat tidurku hanya spring bed saja tanpa dipan/ranjang, karena ini mungkin lebih aman saat memiliki bayi/balita) karena aku akan berganti pakaian kemudian mengajaknya jalan, kupikir dia sudah aman karena gantungan pkaian hanya selangkah dari tempatku berdiri meletakkanya di kasur. Sesaat aku lengah..dan kemudian yang kudengar..
Blugg!!
Lhahh??!! Azza ngglundung ke lantai!
..sesaat hening..
tiba-tiba..
“WAaaaaaa..!!”
Ya Allah…my fault again!..Seketika langsung ku gendongnya dan peluk cium, serta berkali-kali mengusap kepalanya barangkali ada yang terbentur tadi..
Haduuh naak..nak..ko ya ada aja sore ini..?
Tangisnya belum reda saat ku ajak keluar rumah. tetap ku gendong dengan tangan mungilnya yang mencengkeram jilbabku dan posisi kepala disandarkan kebahuku..sambil menangis kecil seakan mengungkapkan hatinya yang lagi sebal..hatiku semakin terenyuh..inilah posisi favoritku saat menggendong Azza..sekali lagi..maafin umi’ ya nak..
Sejenak kemudian, Alhamdulillah dia sudah tenang, meskipun belum bisa tersenyum..masih bad moodlah setelah kejadian tadi..
Matanya yang sayu menatap anak-anak lain yang sedang bersepeda hilir mudik mengitarinya sore itu..
Sambil duduk diteras rumah tetangga, menghirup udara sore dan merasakan semilirnya angin..ku coba menghiburnya berharap dia tersenyum meskipun cuma sesaat..
“Azzaaa..ciluuukkk..??”
“mbhuu..”
jawabnya lesu..


Pelajaran sore ini:
(seperti yang tertera pada judul).
Bagaimanapun anak juga merupakan tempat kita untuk semakin memperbaiki diri, mengerti apa yang diinginkannya itu lebih baik daripada membiarkannya berlama-lama menangis, karena selain merusak suasana hatinya, kita juga tidak maksimal dalam beraktifitas, selain itu anak akan belajar bahwa dengan menangislah semua keinginannya akan dituruti.



No comments:

Post a Comment